SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

PATUNG YANG ANEH

“Pak, iki tak weruhi patung aneh, apa sampean ngerti patung apa iki?” Pertanyaan yang nyerocos keluar dari mulut pak Supri seorang perangkat desa di dusun Sarangan, dusun dimana aku bertugas mengajar di SD Sarangan.

Aku amati betul-betul patung yang mungkin terbuat dari emas atau kuningan itu di depan pintu agar lebih jelas melihatnya daripada melihat di dalam ruang kamar yang agak gelap. Patung berbentuk sesosok manusia, bentuknya seperti patung souvenir. ukurannya kira-kira sebesar sendok makan. Bentuknya seperti piala oscar, atau cleopatra mungkin. Aku sedikit bingung juga.

Aku lalu bertanya darimana patung ini diperoleh, Pak Supri jawab  patung itu diperoleh secara kebetulan oleh seorang warga desa ketika sedang mencari rumput di puncak gunung Perahu. Penemu patung itu sewaktu beristirahat iseng-iseng mengorek-orek batu besar yang sedang diduduki dengan sabit. Teryata dalam batu tersebut ada lobang yang tembus berlubang di sisi sampingnya! dikorek-korek lagi dia menemukan patung tersebut.

“Wah aku tidak tahu patung apa ini?” jawabku yang juga jadi ikut penasaran. Kapan-kapan ditanyakan saja ke orang yang lebih ahli wae pak Pri!. “sing luwih ahli kuwi jur sopo pak” tanya pak Supri. “Haha aku yo ora ngerti pak!” Jawabku lagi

Foto 0680patong ajaibFoto 1077

Selang beberapa hari pak Supri main lagi ke SD tempat aku kost, dia menceritakan tentang patung yang dahulu dia perlihatkan. Pak Supri lalu bercerita sewaktu  pergi ke Parakan, dia mampir ke Klenteng  untuk menemui “takmir” atau pengurus klenteng untuk menanyakan perihal patung tersebut. Ada peristiwa unik waktu dia mau masuk ke kawasan klenteng. Pak Supri “dicegat” tidak boleh masuk ke lokasi klenteng, setelah ditanyakan kenapa kok tidak boleh masuk, pak Supri kaget setengah mati, pengurus klenteng bilang bahwa sampean membawa benda yang penuh aura buruk karena benda tersebut adalah wadah tempat menyimpan kesialan atau aura jelek. Dikhawatirkan kesialan itu akan berpindah ke tempat lain kalau sampai mendekatinya. Disarankan oleh penjaga klenteng itu agar benda tersebut dikembalikan ke tempat asalnya karena dia menyimpan aura yang sangat buruk. Yang membuat aneh itu pak Supri belum menceritakan apapun prihal patung yang dibawanya.

“Lha jur tak balekke neng wong sing nemu patung iku pak! terus tak kon balekke neng nggonne maneh! aku yo wedi kok pak samar nek ono apa-apa! kata pak Pri menutup ceritanya.

Aku sendiri juga sedikit takut, karena kemarin dulu aku sempat menimang-nimang patung aneh itu!

Aku berseloroh ke pak Supri “podo pak! aku yo wedi kok pak, wedi nek bar nyekeli patung kuwi jur malih dadi kodok apa gudigen blaik to! Pak Supri ikut tertawa juga mendengar guyonanku itu.

“Pak, umpama teko didol neng wong sing ora ngerti lak yo lumayan to?” tanyaku ke pak Supri. “Hah yo moh to, duite ora sepiro malah bisa dadi repot mengko!” jawab pak Pri.

CATATAN : Peristiwa ini nyata terjadi, tapi sudah beberapa tahun yang lalu (kira-kira tahu 2008), sekedar berbagi cerita fenomena alam gunung Perahu yang masih penuh misteri. Kalau ditanyakan dimana patung itu sekarang, aku juga tidak tau, biarlah patung itu tetap menjadi misteri abadi.