SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

KECEWA

Tanggal 16 Juni 2012, pengumuman kelulusan Ujian Nasional Siswa Kelas VI SD. Berita kelulusan memang sering menjadi headline berita di surat kabar maupun televisi. Kelulusan merupakan peristiwa akbar, penentu nasib siswa ataupun kredibilitas sebuah sekolah.

Saya sebagai guru kelas VI juga sangat menantikan pengumuman kelulusan tersebut. Ingin tahu hasil kerjaku selama satu tahun ajaran. Sebagai guru yang mengajar di wilayah cukup jauh dari kota, aku tidak berharap banyak atas prestasi yang muluk-muluk seperti apa yang terjadi di SD perkotaan. Anak didikku lulus saja saya sudah senang.

Sebagai guru aku sebetulnya punya target tertentu. semenjak awal mengajar kelas VI beberapa tahun lalu prestasi SD ku perlahan mengalami peningkatan. Diawal aku mengajar kelas VI kelulusan mendapat rangking 12 dari 15 SD dan MI. tahun berikutnya naik jadi 11 kemudian 8 lalu tahun 2011 rangking 6. Tahun ini sebetulnya aku membuat target minimal tetap mempertahankan rangking, sukur-sukur naik.

Namun target tinggal target, angan-angan tinggal angan-angan. Rangking kelulusan tahun ini turun drastis, jadi rangking 11 dari 15 SD dan MI. Itu persis peringkat saat aku pertama kali mengajar di SD Sarangan. Sungguh sebuah hal yang sangat mengecewakan.

Sebagai guru aku lalu ber refleksi diri, ada apa ini, kok bisa seperti ini? Penyebab dari turunnya peringkat tersebut.

Tingkat kecerdasan siswa tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Menurutku tingkat kecerdasan siswaku tahun ini tidak jelek-jelek amat. buktinya ada siswa yang mendapat nilai 10 dalam matematika. dan nilai terendah matematika 4,50 (padahal siswa yang mendapat nilai terendah ini nilai bahasa Indonesianya 8,00 llho!)

Semangatku sebagai guru menurun. Kalau semangat untuk mengajar selama ini aku merasa seperti biasanya. Tak ada perbedaan nyata. cuma memang dalam hati ada sebersit keinginan untuk pindah. hehe.

Mungkin memang baru segitu rangkingnya. yang penting semua lulus dan tetap semangat mengajar.

Yang selama ini aku pikirkan itu kenapa ya ada sebuah SD yang peringkatnya selalu nomor satu terus, padahal sama-sama SD desa. Menurut pengalamanku, tiap tahun potensi anak itu pasti berbeda-beda. Masak sih nilainya bagus-bagus semua? haha Mbok yo ben. Aku sudah berusaha maksimal. nilai yang diperoleh adalah nilai murni atas perjuangan siswa sendiri.

Walaupun begitu kekecewaan tetap kekecewaan. TETAP SEMANGAT TEMANNNNN. SALAM DARI DESA.