SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

PERSAMAAN FACEBOOK DENGAN FILM INDIA


Pertanyaan lucu to, apa persamaan film india sama facebook?

      Habis dirampok nyanyi, putus pacar nyanyi, ditinggal mati nyanyi, melamar pacar nyanyi. Itulah ciri khas film India.
Kalau facebookers, di wc update, beli mobil baru update, putus pacar update,bisa kentut ya update!
     Kalau film India semua kegiatan diakhiri atau diiringi nyanyi, kalau facebookers diiringi update status. Itulah persamaanya.
      Kalau sebentar saja tidak buka facebook, seperti ada sesuatu yang hilang. Soal besok mau kerja apa, mau jadi apa ya nanti sajalah!
     Mari manfaatkan internet untuk kegiatan positif. Seperti pamer blog(seperti saya hihi), menawarkan dagangan atau jasa dsb. pernahkah kita memenfaatkan facebook ini? mulailah dari sekarang. Jualan yang kecil-kecil dulu seperti onde-onde atau apa gitu. haha  
        Atau pernahkah anda coba main forex, jual emas online dll?  Untungnya lumayan lho!  
Sebaiknya internet tidak hanya untuk sarana hiburan, tapi juga sebagai sumber ilmu dan inspirasi, bahkan sarana memuji kebesaran Tuhan yang telah menciptakan otak dan pikiran manusia yang bisa membuat internet.
Ayo sobat bergegaslah bertindak! Facebook jangan cuma buat gagah-gagahan semu saja. Jangan justru malah menghabiskan sisa umur dan rejeki kita. Manfaatkan internet, jangan kita menjadi budak internet

UPDATE STATUS KE TUHAN


Kadang  saya merenung, apa saja yang telah didapat dari sebuah benda yang namanya internet itu. Ingatanku mundur 30 tahun lalu ketika pertama kali kenal dengan “jendela dunia” untuk pertama kali. Tahun 1987 pertama kali masuk ke warung internet Spidernet di Magelang. Tarif Rp6000,00 per jam. Mahal lho, waktu itu bisa buat beli beras satu setengah kilo! Hehe.
Awal adanya Friendster aku daftar, tapi bingung konco-koncone londo kabeh. 2006 daftar Facebook. Jas bukuk iket blangkon. Sama jugak sami mawon. Ora ono  kancane sing bisa diajak update status. Bahkan kalau mencoba add teman sering dibalas Who are you? (sopo sampean)? maklum pengguna saat itu mayoritas orang asing.
Belakangan ini dengan makin maraknya warnet dan murahnya tarif internet, banyak insan mabuk kepayang dengan internet.  Tambah lagi booming Facebook wah makin bikin orang narsis sama internet.
Facebook bagai candu manis. Berbalut alasan agar bisa dianggap canggih, kebanyakan orang rela menthelengi monitor sampai berjam-jam.
Update status seindah-indahnya. Agar terkenal gitu lhoh! Tapi apakah dengan update itu nasib kita jadi berubah? Sekolah kita bernilai bagus? Pekerjaan kita cepat selesai? Tidaaaaaak ? kita jadi katak dalam bilik warnet. Sok pinter tapi bodo. (lha piye bisane mung facebook sama download lagu/video doang)  justru kita tambah dosa. (aku lihat di kantor-kantor karyawan serius mengamati monitor ternyata cuma utak-utik facebook) kepandaian kita cuma merangkai kata(itupun copy paste) kita tak punya ketrampilan lain. Prestasi kosong. Paling pol Cuma lomba banyak-banyakan teman semu di Facebook.
Sulit emang menghilangkan kebiasaan satu ini. Sayapun juga merasakannya. Terkungkung dunia maya. Puluhan tahun  main internet tapi gak ada manfaat maksimal justru maksiat.
Kesulitan hidup tak bisa selesai cuma dengan update status. Yang lewat tetap lewat. Saya jadi lupa mencurahkan seluruh jiwa raga ke pencipta kita. Tak pernah sholat lail, baca Al Quran dsb.
Ya Rabbi, kuatkan iman kami, walaupun kami sadar yang bisa merubah nasib kami adalah diri kami sendiri.    
Mari sobat semua update status pada Alloh, curahkan semua uneg-uneg kita, narsislah dengan meningkatkan ibadah. Saya yakin kita peroleh manfaat dunia akherat.