SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

TIRAKAT JAMAN MODERN

Dulu bapak saya bilang, untuk mencapai tujuan yang diinginkan kita harus TIRAKAT lelaku, seperti tidak makan dan minum selama periode tertentu, bertapa di goa, laku bisu dan kegiatan lain yang kadang tidak masuk di akal bahkan dilarang oleh ajaran agama.
Di jaman modern ini masih saja ada yang melakukan lelaku aneh itu, contohnya tetangga saya ada yang sering kungkum di pemandian Jumprit Ngadirejo di bulan-bulan tertentu. Bagi saya tirakat jaman sekarang itu lebih tertuju pada usaha meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan,seperti belajar sampai jenjang tertinggi. seperti bertapa, study juga ada godaan dan hambatannya lho! contohnya untuk anak SMU mereka tergoda untuk berpacaran. Dosen yang KILLER kurangnya dukungan dana dan masih banyak contoh lainnya.
 Seperti yang saya alami sendiri, di usia paruh baya masih harus kuliah. Sangat sulit membagi waktu antara bekerja,belajar dan berkeluarga. Waktu yang seharusnya untuk istirahat malah dipakai untuk kuliah. Waktu untuk keluarga makin terbatas. Senin sampai Sabtu rutin bekerja, Hari Minggu pagi sampai sore untuk kuliah.
 Saya sedikit ceritakan rutinitas saya sejak Minggu sore sampai minggu berikutnya seperti ini
 Minggu sore persiapan "naik gunung" menyiapkan bekal pakaian,sepatu serta bahan pangan untuk pengisi perut selama menginap di perumahan. Membeli keperluan harian yang sudah menipis seperti beras, bumbu, gula, teh kopi dan tak lupa makanan dikala darurat yaitu mie instan. Terpaksa aku harus bersusah payah beli dari rumah karena di tempat tugas harga sudah meroket jauh lebih mahal. Tak pelak tas punggungku penuh sesak dan berat. Mau tahu isinya? paling berat Laptop, pakaian, buku, beras, gula dan yang wajib aku bawa adalah tempe. Berangakat pukul 5.30 pagi paling telat pukul 6.00. Sapai sekolah pukul 7.30 tanpa jeda lansung masuk kelas. menyapa anak-anak yang sudah lama menunggu. Di sela-sela mengajar aku ngliwet pakai magic com. Persiapan lauk aku lakukan ketika istirahat, supaya nanti sesudah jam mengajar usai bisa langsung dimasak
 Bila jam sekolah berakhir langsung masak sayur, goreng makanan wajib yaitu tempe! (sampai-sampai aku alergi sama makanan yang satu ini. Bila semua sudah siap aku masak air untuk minum, sambil kutinggal sholat dzuhur. Saat paling nikmat adalah saat makan menikmati hasil karya sendiri walau kadang tidak terasa nikmat maklum aku tidak pinter masak.
 Belum sampai acara makan siang selesai suara gaduh anak yang les terdengar, tanda aku harus menyiapkan Pertempuan kedua melawan kebodohan. Walaupun makanan belum sempurna tercerna aku sudah harus masuk kelas.
 jam 14.00 sampai 16.00 memberikan pelajaran tambahan kelas VI. Menyampaikan pelajaran lewat les ini bagiku terasa lebih bermakna dibanding saat pelajaran di jam pelajaran biasa. Mungkin anak merasa lebih santai.
 Jam 16.00 sampai 18.30 istirahat agak panjang, walaupun jarang aku bisa menikmatinya. Waktu yang terus mengejar ini aku manfaatkan untuk makan sore sambil nonton TV, membongkar isi tas yang belum ku buka dan sedikit makan makanan kecil KALAU ADA HAHA.
 Sesudah sholat Maghrib memberi les lagi khusus anak yang ketinggalan pelajaran sampai jam 19.30 an. wah ya memang melelahkan, tapi mau gimana lagi, kalau tidak seperti itu nilai ujian akan rendah kalah jauh sama anak kota.
 selesai les malam waktunya makan malam, hehe di gunung karena tempatnya dingin porsi makan berlipat dibanding di tempat yang berudara hangat, karena sebagian energi dibakar untuk melawan hawa dingin. Tanpa jeda tanganku langsung menghiodupkan laptop untuk menyelesaikan administrasi sekolah seperti nilai, mebuat program power point untuk pelajaran besok serta persiapan membuat soal ulangan. Diantara waktu itu aku sambil menghidupkan TV dan "istri kedua ku" yaitu pesawat Radio amatir 2 meter band. Aku sejak kecil senang sekali onair mendengarkan teman-teman mengobrol via gelombang radio. Aku kadang geli sendiri mengobrol ngalor ngidul dengan orang yang sama sekali tak aku kenal. Biasanya aku tidur pukul 22.00 malam. Namun bila ada tugas lain seperti tugas kuliah atau pekerjaan yang harus segera aku selesaikan terpaksa begadang sampai mata lengket tak kuat menahan kantuk.Karena kurangnya waktu belajar maka sulit sekali aku bisa memahami isi modul, sampai botak kepalaku hihi
 Jam 4.00 biasanya sudah bangun, kalau telat aku malu pada matahari yang muncul. Perlu diketahui bahwa tinggal di tempat ketinggian itu matahari terbit lebih awal, jam 5 pagi sang surya sudah tinggi. sesudah sholat subuh aku masak air kemudian sedikit berolah raga lari dan senam di halaman sekolah. saat air sudah mendidih aku buat kopi dan mulai cuci piring, menyapu dan merapikan tempat tidur. Saatnya mandi pakai air hangat segarrr sekali. aku tak berani pakai air dingin karena wuiiih dinginnya minta ampun. sedingin air yang baru mencair.
 Sarapan pagi dengan sayur hangat hari kemarin, pukul 7 lebih sedikit masuk kelas, mengajar kembali melakukan rutinitas harian.
 Hari Selasa dan Sabtu jadi hari istimewa bagiku karena jadwalnya untuk pulang kampung, menikmati masakan istri dan bisa balas dendam tidu lebih awal tanpa ada yang mengganggu. Hari rabu aku berangkat dari rumah lebih siang dari hari biasa, maklum hari Rabu anak-anak pelajaran olah raga dan agama, jadi jam kosong gitu lho! Rutinitas kembali aku lakukan dihari Rabu sampai sabtu di sekolah.
Sabtu siang sampai sore kuliah. Minggu kuliah sampai sore.
 Itulah teman, tirakatku menghitung hari, terjebak rutinitas yang tak bisa aku hindari, beban makin berat karena jauhnya jarak, yang sangat menyedot tenaga serta pikitan dan keuangan keluarga yang makin sekarat.
 Ada sedikit kata menghibur yang selalu aku ingat yang keluar dari mulut keponakanku yaitu "semakin sulit uang itu diperoleh maka makin bermanfaat tapi bila uang mudah dperoleh mudah pula uang itu melayang.
 aku Tak tahu kapan tirakat ini akan berakhir.