LEMBAH YANG SELALU MENYAPA" SELAMAT PAGI PAK TORO!"

LEMBAH YANG SELALU MENYAPA" SELAMAT PAGI PAK TORO!"
Setitik keindahan Puncak Gunung Perahu

Jumat, 14 Agustus 2009

MENGEJAR MATAHARI I

Ini adalah hasil pengamatanku tentang kehidupan masyarakat gunung perahu.
Khususnya yang berhubungan dengan tanaman tembakau.
Menanam tembakau sepertinya sudah menjadi tradisi penduduk berhawa dingin ini. Mereka merasa belum lengkap bila tidak menanam tembakau.
Padahal tembakau belum tentu menguntungkan bagi petani. Akhir-akhir ini harga bahan utama rokok itu semakin merosot.
Apalagi usaha tembakau itu aku anggap seperti lingkaran setan.
Asal tahu saja modal menanam tembakau umumnya berasal dari hutang pada juragan di kota yang disebut istilah satu setengah.
Artinya pinjam uang 1 juta kembali 1 setengah juta. Nasib petani belum sampai disitu. Tembakau hasil jerih payah petani dibeli dengan harga seenaknya dibawah harga pasar oleh juragan yang meminjami uang itu. Baru kalau uang pinjaman lunas sisa hasil tembakau boleh dijual ke tempat lain dengan harga pada umumnya.
Keuntungan juragan sungguh berlipat. Petani yang terpuruk.
Anehnya, umumnya petani tembakau merasa bangga bila bisa pinjam uang ke juragan.
Yang tidak habis pikir lagi saat mereka dapat keuntungan, tidak berpikir untuk menabung. Kan bisa buat modal to! Malah buat beli sepeda motor atau yang lainnya.
Untunglah kaum muda yang umumnya berpendidikan lebih maju mulai merintis sistem baru. Mereka mulai tidak tergantung dengan uang pinjaman. Bahkan mulai menanam komditi selain tembakau. Seperti kentang,sayur,dan lombok. Bahkan ada yang sukses taman kopi dan jambu biji. Pada posting berikutnya saya akan menceritakan proses pengolahan tembakau.

Tidak ada komentar: