SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

MENGEJAR MATAHARI I

Ini adalah hasil pengamatanku tentang kehidupan masyarakat gunung perahu.
Khususnya yang berhubungan dengan tanaman tembakau.
Menanam tembakau sepertinya sudah menjadi tradisi penduduk berhawa dingin ini. Mereka merasa belum lengkap bila tidak menanam tembakau.
Padahal tembakau belum tentu menguntungkan bagi petani. Akhir-akhir ini harga bahan utama rokok itu semakin merosot.
Apalagi usaha tembakau itu aku anggap seperti lingkaran setan.
Asal tahu saja modal menanam tembakau umumnya berasal dari hutang pada juragan di kota yang disebut istilah satu setengah.
Artinya pinjam uang 1 juta kembali 1 setengah juta. Nasib petani belum sampai disitu. Tembakau hasil jerih payah petani dibeli dengan harga seenaknya dibawah harga pasar oleh juragan yang meminjami uang itu. Baru kalau uang pinjaman lunas sisa hasil tembakau boleh dijual ke tempat lain dengan harga pada umumnya.
Keuntungan juragan sungguh berlipat. Petani yang terpuruk.
Anehnya, umumnya petani tembakau merasa bangga bila bisa pinjam uang ke juragan.
Yang tidak habis pikir lagi saat mereka dapat keuntungan, tidak berpikir untuk menabung. Kan bisa buat modal to! Malah buat beli sepeda motor atau yang lainnya.
Untunglah kaum muda yang umumnya berpendidikan lebih maju mulai merintis sistem baru. Mereka mulai tidak tergantung dengan uang pinjaman. Bahkan mulai menanam komditi selain tembakau. Seperti kentang,sayur,dan lombok. Bahkan ada yang sukses taman kopi dan jambu biji. Pada posting berikutnya saya akan menceritakan proses pengolahan tembakau.

Mengantar pak Imam pindah ke SDN 2 NGADIRJO

Hari ini keluarga besar SD SARANGAN mengantarkan pak Imam pindah ke tempat tugas yang baru. SDN 2 NGADIRJO.
Mulai besok saya dan teman- teman guru beserta semua siswa SD Sarangan, sudah tidak lagi melihat pak Imam mengajar di sd kami. Tak bisa lagi melihat sosok guru yang pandai menyanyi.
Kini beliau cukup menempuh jarak 18 km untuk sampai ke tempat tugas.
Selamat jalan pak! Doa kami menyertai.
Aku sebagai rekan kerja merasa sedih membayangkan nasib diriku ini. Harus menempuh 62 km untuk sampai ke sd pulang pergi 124 km.
Ya Alloh, mohon diberi ketabahan, mohon agar aku bisa segera pindah.

BATAS KETEGUHAN HATI

Katanya semua kemampuan manusia itu ada batasnya. Seperti halnya diriku ini.
Awal bulan agustus ini pak Imam resmi pindah. Aku jadi kehilangan seorang rekan kerja lagi yang bisa untuk ngangsu kawruh atau cari ilmu keguruan.
Beliau itu gape atau profesional dalam bidang pendidikan maupun administrasi. Sampai saat ini dia jadi guru privat yang cukup terkenal. Ahli musik,guru yang profesional dan pengurus organisasi yang cukup tahan banting. Hampir 8 tahun dia mengapdi di sd Sarangan.
Aku makin kesepian di tempat yang memang sudah sepi. Tuhan aku mohon ketabahan dan jadi tambah amal ibadahku. Semua aku pasrahkan padamu.