SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

Aku Ingin Pulang

Agar bisa bertemu dengan anak didikku aku harus berjalan cukup jauh Jarak yang aku tempuh sangat jauh 62 km . Aku mungkin satu satunya guru asli Temanggung yang jarak antara rumah dan sekolah paling jauh . Perjalanan semakin berat saat musim penghujan . Jalan licin berlumpur belum lagi kabut yang sering menutupi pandangan . Semua ini sudah aku jalani lebih dari 4 tahun . Waktu berjalan semakin panjang saat aku menginap di sd . Pukul 3 sore sudah gelap karena kabut begitu tebal . Tambah lagi sd tempat aku menginap jauh dari pemukiman . Menghadapi suasana seperti itu aku begitu gusar mau pulang , bertahan seperti tidak kuat .Pokoknya sedih deh . Bila mau " nglajo" gaji habis buat beli bensin minimal Rp15000,00 per hari . Tiap bulan uang yang aku keluarkan hanya untuk bensin Rp 450000 an Aku iri sama guru lain yang ditempatkan di desa masing masing . Mereka tinggal jalan kaki sudah sampai . Apalagi ada guru yang rumahnya dekat justru datangnya sering telat . Aku yang rumanya jauh saja datang tepat waktu . Dari rumah berangkat pukul setengah enam pagi . Itupun harus jadi crosser atau ahli motor cross menghadapi jalan berlumpur. Sepatu yang disemir berubah coklat kena lumpur . Berapa tahun lagi ya aku menjalani jadi pak guru di wilayah terpencil seperti ini ? Tuhan aku ingin pulang .

Kucingku ikut KB

Aku suka pelihara kucing . Sayang kucing yang aku punya betina . Yang membuat aku jengkel dia punya anak terus tapi tidak pernah mau merawatnya . Berkali kali beranak mati terus sebab langsung ditinggal " pacaran lagi " . Jalan radikalpun ku tempuh aku daftarkan jadi akseptor KB . Sesuai petunjuk bu Puji dosen Pendidikan Kewarganegaraan bahwa sebagai akseptor KB harus dibacakan hak haknya sebagai peserta KB . Waktu aku bacakan tentang kelebihan dan kekurangan atau efek sampingnya Dia hanya jawab " maung-maung " jadi aku anggap dia setuju ikut KB . Jadilah dia peserta KB pakai pil KB yang aku minta dari bu bidan . Bu Ike bidan desa di kampungku tertawa menanggapi permohonan pendaftaran kucingku jadi akseptor KB tadinya bu Ike menolak tapi aku juga ngeyel " ini kan juga membatasi angka kelahiran to bu , kalau dia beranak banyak yang repot kan juga aku sebagai KEPALA RUMAH TANGGA . He he bu Ike cuma jawab dasar Toro . Kini kucing kesayanganku makan pil kb yang aku campur ke nasi dan ikan asin . Si pus makin gemuk plus tidak merepotkan . Makin banyak pejantan tangguh yang bertandang untuk melayani hasrat sang putri cantik . Dia tidak pernah menolak pada siapapun jawabnya selalu " mauuuu-mauuu-mauu " ( terima kasih pada bu Puji dosen UNES )