SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"

SECUIL HUTAN DI GUNUNG PERAHU YANG DULU SELALU MENYAPA " SELAMAT PAGI PAK TORO!"
pemandangan indah yang kini tinggal kenangan, HUTAN PUNCAK GUNUNG PERAHU

Pak Imam Pindah

Pak Imam mengajar di Sd Sarangan sudah 8 tahun . Beliau termasuk senior dalam mengajar. Aku sering tanya ini dan itu khususnya cara mengajar yang baik . Di awal tahun 2009 ini beliau pindah ke sd di kota Temanggung. Satu demi satu teman seprofesi meninggalkan SD Sarangan yang penuh kenangan. Sudah dua orang yang pindah selama aku disini Bu Rubiah dan Pak Imam. Hatiku makin kecut memikirkan KAPAN YA AKU BISA PINDAH DARI SINI ? Harapanku semoga aku juga bisa segera pindah pulang ke kampung halamanku. Buat pak Imam selamat ya!

Aku Ingin Pulang

Agar bisa bertemu dengan anak didikku aku harus berjalan cukup jauh Jarak yang aku tempuh sangat jauh 62 km . Aku mungkin satu satunya guru asli Temanggung yang jarak antara rumah dan sekolah paling jauh . Perjalanan semakin berat saat musim penghujan . Jalan licin berlumpur belum lagi kabut yang sering menutupi pandangan . Semua ini sudah aku jalani lebih dari 4 tahun . Waktu berjalan semakin panjang saat aku menginap di sd . Pukul 3 sore sudah gelap karena kabut begitu tebal . Tambah lagi sd tempat aku menginap jauh dari pemukiman . Menghadapi suasana seperti itu aku begitu gusar mau pulang , bertahan seperti tidak kuat .Pokoknya sedih deh . Bila mau " nglajo" gaji habis buat beli bensin minimal Rp15000,00 per hari . Tiap bulan uang yang aku keluarkan hanya untuk bensin Rp 450000 an Aku iri sama guru lain yang ditempatkan di desa masing masing . Mereka tinggal jalan kaki sudah sampai . Apalagi ada guru yang rumahnya dekat justru datangnya sering telat . Aku yang rumanya jauh saja datang tepat waktu . Dari rumah berangkat pukul setengah enam pagi . Itupun harus jadi crosser atau ahli motor cross menghadapi jalan berlumpur. Sepatu yang disemir berubah coklat kena lumpur . Berapa tahun lagi ya aku menjalani jadi pak guru di wilayah terpencil seperti ini ? Tuhan aku ingin pulang .

Kucingku ikut KB

Aku suka pelihara kucing . Sayang kucing yang aku punya betina . Yang membuat aku jengkel dia punya anak terus tapi tidak pernah mau merawatnya . Berkali kali beranak mati terus sebab langsung ditinggal " pacaran lagi " . Jalan radikalpun ku tempuh aku daftarkan jadi akseptor KB . Sesuai petunjuk bu Puji dosen Pendidikan Kewarganegaraan bahwa sebagai akseptor KB harus dibacakan hak haknya sebagai peserta KB . Waktu aku bacakan tentang kelebihan dan kekurangan atau efek sampingnya Dia hanya jawab " maung-maung " jadi aku anggap dia setuju ikut KB . Jadilah dia peserta KB pakai pil KB yang aku minta dari bu bidan . Bu Ike bidan desa di kampungku tertawa menanggapi permohonan pendaftaran kucingku jadi akseptor KB tadinya bu Ike menolak tapi aku juga ngeyel " ini kan juga membatasi angka kelahiran to bu , kalau dia beranak banyak yang repot kan juga aku sebagai KEPALA RUMAH TANGGA . He he bu Ike cuma jawab dasar Toro . Kini kucing kesayanganku makan pil kb yang aku campur ke nasi dan ikan asin . Si pus makin gemuk plus tidak merepotkan . Makin banyak pejantan tangguh yang bertandang untuk melayani hasrat sang putri cantik . Dia tidak pernah menolak pada siapapun jawabnya selalu " mauuuu-mauuu-mauu " ( terima kasih pada bu Puji dosen UNES )

Dunia ada di genggamanku

Kemajuan ilmu pengetahuan membuat hal yang pada jaman dahulu sulit bahkan tidak mungkin dilakukan saat ini menjadi mudah dikerjakan . Saya ingat dulu pas ramai-ramainya perang teluk tetanggaku pada ke rumahku mendengarkan siaran BBC atau VOA lewat radio sw . Tapi sekarang semua informasi bisa dengan mudah didapat lewat internet . Dulu harus lewat warnet yang tarifnya mahal . Tapi sekarang bisa dengan hp . Murah bisa dimana saja dan kapan saja . Lewat benda mungil ini kita bisa menanyakan apa saja lewat internet . Jadi kesimpulannya memang betul dunia ada di genggaman kita

MBAH LEGI

Di sekitar SD tempat saya mengajar ada seorang nenek yang sudah berumur 122 tahun. Hebat ya ! dia masih sehat kok, tidak seperti umumnya orang tua yang berumur 60 keatas sering sakit sakitan dan bahkan sering merepotkan. Tapi sosok mbah Legi ini sungguh hebat. Walaupun dia sudah sulit berjalan yaitu pakai tongkat tapi semangat kerjanya luar biasa. Tiap pagi dia mengambil air dari kamar mandi umum yang ada di seberang jalan . Lucunya dia membawa air satu ember dengan diseret-seret diatas tanah . Kalau lelah ditengah jalan dia dengan santainya istirahat di tengah jalan . Mobil yang mau lewat langsung berhenti takut menabrak . Mbah Legi sering tidak mau ditolong jadi walaupun ditengah jalan tidak mau dituntun minggir . Terpaksa mobil berhenti semua . Haha mereka sudah maklum sifat mbah Legi . Makanya dia dijuluki preman 45

asiknya ngebreak

T

jaman dahulu sebelum maraknya hp salah satu alat komunikasi andalan untuk jarak jauh adalah HT atau Handy Talky itu lho alat komunikasi yang sering dipakai pak polisi atau satpam . Sampai saat inipun berkomunikasi lewat alat yang satu ini masih berlangsung. kita bisa ongobrol dari masalah yang serius sampai yang syuur. dari alat tersebut orang bisa mendapatkan jodohnya atau bahkan membikin rumah tangga jadi bubrah gara-gara selingkuh lewat udara yang bisa dilanjutkan copy darat. kalau pingin mencoba silahkan saja tapi memang butuh sedikit modal buat beli pesawatnya yang berharga 300 ribuan sampai jutaan juga ada. makin canggih makin mahal. kita bisa berdiskusi apa saja bebas bicara sampai dowerrr tanpa pulsa. kalau sudah ketagihan kita bisa berubah jadi monster kelelawar alias kalau siang tidur tapi kalau malam ngebreak sampai pagi. soalnya malam hari si monster-monster breaker yang serius mulai bermunculan.

Penasaran ? silahkan coba dulu pinjam miliknya pak satpam dengarkan dulu nikmati terus mencoba kalau cocok ya silahkan beli

CERITA SUKA DUKA JADI GURU DI PUNCAK GUNUNG

Nama saya Mujiantoro, lulusan SPG Negeri Magelang Tahun 1993. Saya salah seorang guru bantu SD yang cukup beruntung. setelah 13 tahun penantian ingin jadi PNS akhirnya dapat juga status itu diperoleh. Tugas pertama cukup mengagetkan . Saya dapat surat tugas mengajar dipuncak gunung Prahu kabupaten Temanggung. Indah alamnya murni udaranya dingin suhunya dan disapa oleh senyuman ramah penduduknya. Tapi aku sangat gusar membayangkan apa yang akan aku hadapi yaitu alah maaak jauhnya jarak yang harus aku tempuh dari rumah yaitu 62 kilometer. Plus aku ketakutan menghadapi suhu udara yang begitu duingin siang 16 sampai 19 derajat celcius. malamnya bahkan sampai 15 derajat. Selama ini aku berpenyakit alergi dingin bila habis mandi atau kedinginan aku langsung batuk-batuk tak karuan. 

Eh anehnya penyakitnya langsung sembuh terkena dingin yang sangat ekstrim malah sembuh total. He he mungkin penyakitnya takut kedinginan juga. dan hobyku ngebreak atau berkomunikasi lewat pesawat ht jadi makin asyik. gimana nggak asyik gara-gara aku tinggal di ketinggian 2000m diatas permukaan laut aku bisa berkomunikasi sama sesama breaker diluar kota jang jauhnya lebih dari 300 km